Tag

, , ,

Bandung Mawardi

Pembaca novel sering menemukan “kejutan” atau terbujuk oleh informasi suguhan pengarang. Aku tak segan berpikiran ganjil saat menemukan informasi, menganggap ada ajakan mencari penjelasan-penjelasan di luar novel. Tindakan ini tak berurusan dengan kebenaran atau kelaziman. Aku anggap sebagai proses mengingat novel, mengaitkan novel dengan bacaan-bacaan lain.

Novel Student Hidjo,  garapan Marco Kartodikromo telah aku khatamkan empat kali, berkepentingan mengerti Solo, pendidikan, Sarekat Islam, hiburan, pembaratan… Di halaman novel aku membaca ada informasi kecil melalui percakapan para tokoh mengenai buku berbahasa Belanda.

“Apakah ini boekoe bagoes? Tanja Woengoe kepada saoedaranja setelah dia doedoek dan memegang boekoe jang terletak di hangmat itoe. R.A. dengan tatapan mata tadjam dan manis toeroet membatja djoedoel boekoe Wardojo jang dipegang oleh Woengoe.

“Boekoe itoe baik onetoek Biroe,” kata R.M. Wardojo sambil setengah tertawa.

Kata-kata itu tidak dibalas oleh Biroe, tetapi sekedjap ia melihat Wardojo dengan tatapan jang menoenddjoekkan kegembirannja.

“Apakah arti dari De macht van de geest itoe Toean?” begitoelah Biroe memaksa diri menanjakan arti djoedoel boekoe itoe.

“Kekoeatan pikiran,” djawab jang ditanja seraja berdiri dekat Woengoe sambil membatja djoedoel boekoe itoe.

Aku lekas teringat buku lawas! Buku itu berjudul Kakoewatan Pikiran (Gedachtekracht) susunan Toean Djorghi, terbitan Gebroedoers Graauw’s Uitgevers-Maatschappij N.V., 1937. Buku ini tersalin dari bahasa Belanda oleh Toean Th. A. Du Mosch alias Sinjo Tjo, guru besar di Amsterdam. Aku mendapatkan buku ini sudah dalam kondisi tak lengkap, sampul depan dan belakang hilang. Sekian halaman di belakang turut hilang. Buku ini tetap aku baca dan bermukim bersama ribuan buku di rumahku.

Pikiran 1

Aku tergoda dengan judul buku dalam novel Student Hidjo dan buku Kakoewatan Pikiran. Ada kemiripan judul buku meski aku tak bisa memastikan buku Kakoewatan Pikiran adalah buku seperti dalam percakapan para tokoh di novel Student Hidjoe. Aku tak menemukan deskripsi buku, cuma judul dalam bahasa Belanda. Apakah    De macht van de geest sama arti dengan Gedachtekracht? Aku tak tahu.

Toean Djorghi menerangkan: “Orang biasa, tjoema berada sedikit kakoewasaan atas perdjalanan pikirannja. Kebanjakan ia tida taoe dari mana datangnja dan djoega tida, kamana perginja. Ia tida kenal kakoewasaan itoe, jang djalanken pikiran itoe dan patinja (sarinja) jang djadiken pikiran itoe, tjoema terkenal sedikit sekali.” Aku mesti menuruti pengertian kekuatan pikiran sesuai kepentingan menulis, bermula dari filsafat sampai telepati.

Aku masih ingin mengetahui para pembaca buku Kakoewatan Pikiran di Hindia Belanda. Apakah buku ini bisa mengesahakan mereka sebagai pembelajar modern, manusia dengan kesadaran atas pikiran. Buku asal Belanda, diterjemahkan untuk menjadi bacaan kaum pribumi. Tema buku tentu berkaitan situasi literasi dan sosial-politik di negeri terjajah. Buku selalu beramanat “kemadjoean” saat orang-orang melek aksara memerlukan bacaan untuk mengerti dunia dan kehidupan.

Aku sulit menemukan perbandingan arti “kekuatan” dan “pikiran” dari masa lalu dan masa sekarang. Apakah idiom itu berlaku untuk pelbagai komunitas atau peradaban? Aku tak tahu. Jawaban ini tentu bisa dimaklumi. Oh!

Kutipan tentang efek dari kepemilikan kekuatan pikiran: “Si orang-orang jang beladjar itoe kakoewatan pikiran, berdjalan lebih djaoeh sedikit. Marika paksa pikirannja akan mendjalan ka lain orang, dan marika berkoewasa akan masoekken itoe pikiran begitoe keras ka dalem pikirannja si orang lain itoe, sampei dari pada pikiran itoe, menjdadi kerdjaannja si orang lain itoe. Ini tentoe berada satoe perdjalanan lebih lain dari pada kakoewatan telepathie biasa, jang tjoema terdjadi seperti begitoe dengan kebaetoelan sadja, jang tida terisi itoe tabiat jang bisa memaksa begitoe, sampei itoe kerdjaan si orang bisa toeroeti kakoewatan pikirannja orang lain.”

Pikiran 2

Penjelasan itu perlahan memberi informasi tentang pengertian kekuatan pikiran. Semula, aku menduga kekuatan pikiran adalah urusan besar dalam pembelajaran filsafat. Toean Djorghi justru memberi deskripsi panjang tentang arti dan fungsi kekuatan pikiran dalam pelbagai peradaban, Timur dan Barat. Kekuatan pikiran juga disajikan dengan tautan mitos, agama, kehidupan sosial, ilmu…. Aku menduga buku ini tentu dibaca oleh kalangan terpelajar di masa 1930-an, bekal mengerti dunia. Apakah tokoh-tokoh dalam novel Student Hidjo membaca buku susunan Toean Djorghi dalam edisi bahasa Belanda? Aku tidak tahu.

Buku-buku lawas sering membuat penasaran meski aku belum sanggup mencari informasi utuh kebermaknaan buku itu di masa lalu. Aku mesti mengetahui penerbit, penulis, pembaca, harga… Buku-buku di negeri terjajah bisa mengandung pengertian pembelajaran, waktu senggang, industri, politik literasi. Aku masih membutuhkan kehadiran buku-buku dan informasi-informasi dengan maksud mengerti buku Kakoewatan Pikiran.

Buku ini tak sendirian. Aku menduga ada seri buku dengan tema sama, terbit di masa 1930-an, menjelaskan minat pembaca. Urusan kekuatan pikiran bagi pembaca pribumi mirip rangsangan mengetahui diri, dunia, kehidupan. Pembeli dan pembaca buku ini kaum berduit dan terpelajar. Buku tebal dan tersaji dengan kemasan apik. Aku pun tergoda mempelajari pesona bahasa, terjemahan dari bahasa Belanda. Begitu.

Iklan